Manfaat liburan bagi kesehatan dan psikologis manusia

28 Jul 2016

Berlibur merupakan kegiatan yang menyenangkan. Namun, sebuah penelitian mengungkapkan, berlibur tidak hanya menyenangkan tapi juga baik untuk kesehatan.

Liburan dengan berjalan-jalan secara berkala bisa bermanfaat bagi kesehatan tubuh, emosi dan kesejahteraan fisik. Divisi kesehatan mental Sydney Integrative Medicine, dr Claudia Lee menjelaskan, bahwa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa istirahat, hormon kortisol tidak akan menurun. Akibatnya tubuh tidak berfungsi dengan baik.

"Di situlah Anda mulai sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan mengalami penurunan libido," papar Lee yang dilansir dari Times of India.

Lee menjelaskan, hormon kortisol yang tinggi juga bisa mengakibatkan stres kronis. Hal ini menyebabkan suasana hati mudah berubah dan mengalami gangguan kecemasan, depresi, serta insomnia. Bahkan, imunitas akan menurun sehingga mudah sakit.

Oleh karena itu, Lee pun menganjurkan untuk beristirahat dan menikmati waktu berjalan-jalan. Pasalnya, cara ini dipercaya bisa meningkatkan kreativitas dan meningkatkan kinerja. Apalagi jika Anda memilih tempat yang asing dan mengharuskan untuk bersosialisasi dengan orang-orang baru. Ini akan menyegarkan pikiran dan meningkatkan kemampuan kognitif Anda.

Melakukan perjalanan dengan tepat yang berbeda dari biasanya juga bisa meningkatkan fungsi otak, menurunkan risiko demensia dan penyakit Alzheimer. Manfaat lain dari berlibur adalah menyehatkan jantung dan mencegah timbulnya serangan jantung.

Para peneliti menilai, hal ini disebabkan karena saat berlibur, orang-orang akan terbebas dari tekanan dan rasa stres. Sementara, tempat berlibur yang direkomendasikan adalah pantai. Penelitian terbaru dari European Centre for Environment and Human Health di Truro, Cornwall, menjelaskan, berjalan-jalan santai di pinggir pantai diyakini bisa membantu mengatasi suasana hati yang buruk.